Angka Kemiskinan Kabupaten Majalengka Terus Mengalami Penurunan dan Pertumbuhan Ekonominya Tertinggi di Jabar

- 19 Maret 2023, 19:15 WIB
acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) guna menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024.
acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) guna menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024. /Zonapriangan.com/Rachmat Iskandar ZP

ZONA PRIANGAN - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Majalengka klaim tahun 2022, pencapaian indikator makro Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Majalengka tertinggi di Jawa Barat mencapai 6,63 % .

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Bappedalitbangda Kabupaten Majalengka Wawan Sarwanto pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) guna menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2024 akhir pekan kemarin, Jumat (17/3/2023).

Namun disi lain tingkat pengangguran terbuka di tahun 2022 masih sebesar 4,16 persen, angka tersebut terendah ketiga dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat. Untuk nilai capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat setiap tahunnya, di tahun 2022 IPM tumbuh 1,11 persen dibandingkan tahun 2021 atau menjadi 68,56 poin.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam Terus Merangkak Naik

“Berdasarkan hasil Musrenbang Kecamatan di bulan Desember tahun 2022 telah menghasilkan  2,619 usulan program dan setelah melalui tahapan verifikasi, yang di akomodir menjadi skala prioritas untk dikerjakan sebanyak 2,281 usulan.” ungkap Wawan.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, di Tahun 2024 masa jabatannya bersama Tarsono D Mardiana akan berakhir, namun demikian dia berharap pelaksanakan pembangunan yang dihasilkan dari Musrenbang harus berjalan dengan normal dan berjalan dengan baik.

"Dalam menyusun RKPD harus mengutamakan kepentingan dan hajat rakyat, pembanguna pelayanan dasar merupakan prioritas utama, seperti sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan keberpihakan kepada usaha kecil menengah," ungkap Bupati.

Baca Juga: Polres Majalengka Amankan 50 Ton Beras Oplos untuk Pengadaan Bantuan Pangan Non Tunai

Bupati meminta kepada Dinas yang menangani program Padat Karya untuk terus melakukan memonitoring dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya sehingga pemberdayaan masyarakat pedesaan bisa terus berjalan setiap tahunya.

Menurut Bupati, anggaran Padat Karya di Kabupaten Majalengka cukup besar, mencapai kurang lebih Rp 86 milliar,  ini merupakan salah satu program untuk penambah lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan perekonomian di pedesaan dan ini akan berdampak pada menurunya angka kemiskinan.

“Selama kurun waktu 2018-2019 angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka terus mengalami penurunan yaitu 129.290 jiwa dan pada tahun 2019 menjadi 121.060 jiwa, hal ini menunjukan program penanggulangan kemiskinan cukup efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Berharap Nahdlatul Ulama Majalengka Semakin Tumbuh dan Kokoh

“Namun memang pada tahun 2020, 2021 akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat Majalengka, sehingga menyebabkan angka kemiskinan mengalami kenaikan menjadi 138.200 jiwa pada tahun 2020, di tahun 2021 menjadi 151.140 jiwa,” kata Bupati Karna.

Dengan melandainya pandemi Covid-19  pada tahun 2022 angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka kembali turun di 147.120 jiwa, hal tersebut salah satunya berkat adanya program bantuan buat masyarakat serta peran pelaku UKM dan program Padat Karya.***

Editor: Yudhi Prasetiyo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah