Singapura akan Memperketat Kontrol Daur Ulang Sepatu Setelah Viral Laporan dari Reuters

- 21 Maret 2023, 01:38 WIB
Reporter Reuters Joe Brock memegang sepatu anak di samping karet yang ia lepaskan dari sol sepatu, di kantor Reuters di Singapura, 7 September 2022.
Reporter Reuters Joe Brock memegang sepatu anak di samping karet yang ia lepaskan dari sol sepatu, di kantor Reuters di Singapura, 7 September 2022. /Joseph Campbell

ZONA PRIANGAN - Sebuah proyek daur ulang sepatu di Singapura akan menjalani inspeksi mendadak menyusul investigasi Reuters yang menemukan bahwa sepatu yang disumbangkan untuk skema tersebut tidak didaur ulang, demikian ungkap Menteri Kebudayaan Singapura pada hari Senin.

Raksasa petrokimia AS, Dow Inc dan Sport Singapore, sebuah badan pemerintah, telah berjanji bahwa sepatu-sepatu tersebut akan dihancurkan untuk dijadikan taman bermain dan lintasan lari.

Investigasi yang menggunakan pelacak lokasi yang tersembunyi di dalam sol sepatu, menemukan bahwa sepatu-sepatu yang disumbangkan oleh Reuters di Singapura telah diekspor ke Indonesia untuk dijual kembali.

Baca Juga: Kekhawatiran Perbankan Membuat Harga Minyak Mencapai Level Terendah Sejak 2021 dan Sekarang Rebound

Hal ini juga bertentangan dengan larangan Indonesia pada tahun 2015 terhadap praktik-praktik semacam itu yang diberlakukan untuk tujuan kebersihan dan memproteksi industri tekstil lokal.

Dengan adanya temuan dari Reuters, Dow dan Sport Singapore membuka investigasi dan kemudian memutus kontrak Yok Impex, eksportir tekstil lokal yang disubkontrakkan untuk mengumpulkan sepatu dari tempat sumbangan.

Mereka mengeluarkan pernyataan setelah publikasi berita pada 25 Februari yang meminta maaf kepada publik atas "kelalaian" dalam rantai pasokan daur ulang.

Baca Juga: Kesepakatan IndiGo dengan Boeing dan Airbus Berpotensi Memecahkan Rekor Pembelian Jet Penumpang

"Apa yang dihasilkan, sejauh yang kami tahu, dari penyelidikan ... berasal dari sistem yang lemah," kata Menteri Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda Edwin Tong, menanggapi pertanyaan di parlemen, dikutip ZonaPriangan.com dari Reuters.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah