Arkeolog Menemukan 'Jejak Kaki Hantu' Masa Lalu Berusia 12.000 di Gurun Utah

- 4 Agustus 2022, 11:02 WIB
Jejak kaki manusia yang berusia sekitar 12.000 tahun ditemukan di Utah Test and Training Range.
Jejak kaki manusia yang berusia sekitar 12.000 tahun ditemukan di Utah Test and Training Range. /UPI/R. Nial Bradshaw/U.S. Air Force

ZONA PRIANGAN - Para arkeolog telah menemukan 88 jejak kaki kuno yang berusia sekitar 12.000 tahun di gurun Utah.

"Jejak kaki hantu", yang ditemukan bulan lalu di Pangkalan Angkatan Udara Hill di Gurun Great Salt Lake, Utah, mendapatkan namanya karena hanya dapat dilihat setelah hujan, ketika jejak terisi air, dan menghilang saat mengering di bawah sinar matahari.

Jejak kaki manusia ditemukan di dataran alkali di Utah Test and Training Range. Survei arkeologi seluas 5.000 hektar, yang menggunakan peralatan non-invasif seperti magnetometer dan radar penembus tanah, menyimpan artefak lain yang berasal dari Zaman Es.

Baca Juga: Jejak Dinosaurus Terakhir di Inggris dari 110 Juta Tahun Lalu Ditemukan di Kent

"Berdasarkan penggalian beberapa cetakan, kami telah menemukan bukti orang dewasa dengan anak-anak berusia sekitar 5 hingga 12 tahun yang meninggalkan jejak kaki telanjang," kata Daron Duke, peneliti utama di Far Western Anthropological Research
Group.

"Orang-orang tampaknya berjalan di air dangkal, pasir dengan cepat mengisi jejak mereka di belakang mereka - seperti yang mungkin Anda alami di pantai - tetapi di bawah pasir ada lapisan lumpur yang membuat cetakan tetap utuh setelah mengisi."

Jejak kaki kuno yang ditemukan di Utah adalah yang kedua ditemukan di Amerika Serikat. Jejak kaki manusia Zaman Pleistosen, yang berusia antara 21.000 dan 23.000 tahun yang lalu, diidentifikasi tahun lalu di Taman Nasional White Sands New Mexico.

Baca Juga: Ikatan Cinta Kamis 4 Agustus 2022: Awalnya Simpati, Lantas Tumbuh Benih Cinta Sal pada Andin, Nino Pria Sejati

"Kami telah lama bertanya-tanya apakah situs lain seperti White Sands ada di luar sana dan apakah radar penembus tanah akan efektif untuk pencitraan jejak kaki di lokasi selain White Sands, karena itu adalah aplikasi teknologi yang sangat baru," kata peneliti Cornell Thomas Urban di Kelompok Riset Antropologi Barat Jauh.

Halaman:

Editor: Didih Hudaya ZP

Sumber: UPI.com


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x