Temukan Cara Mudah untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung dengan Smartwatch

- 11 Mei 2023, 23:17 WIB
Sebuah studi baru-baru ini mengklaim bahwa perangkat wearable seperti jam tangan pintar dapat digunakan untuk mendeteksi risiko yang lebih tinggi terkena gagal jantung dan irama jantung yang tidak teratur di kemudian hari.
Sebuah studi baru-baru ini mengklaim bahwa perangkat wearable seperti jam tangan pintar dapat digunakan untuk mendeteksi risiko yang lebih tinggi terkena gagal jantung dan irama jantung yang tidak teratur di kemudian hari. /Unsplash.com/Sabina

ZONA PRIANGAN - Sebuah studi baru-baru ini mengklaim bahwa perangkat wearable seperti jam tangan pintar alias smartwatch dapat digunakan untuk mendeteksi risiko yang lebih tinggi terkena gagal jantung dan irama jantung yang tidak teratur di kemudian hari.

Studi yang telah melalui proses peninjauan rekan sejawat dan dipublikasikan di The European Heart Journal - Digital Health ini, melihat data dari 83.000 orang yang telah menjalani elektrokardiogram (ECG) selama 15 detik yang dapat dibandingkan dengan penggunaan jam tangan pintar dan perangkat telepon.

Para peneliti mengidentifikasi rekaman ECG yang mengandung detak jantung tambahan yang biasanya tidak berbahaya, tetapi jika terjadi secara sering, dapat terkait dengan kondisi seperti gagal jantung dan aritmia (irama jantung yang tidak teratur).

Baca Juga: Diet dan Kesehatan Jantung: Mengapa Pemilihan Makanan Sangat Penting untuk Menjaga Jantung Anda?

Mereka menemukan bahwa orang yang memiliki detak jantung tambahan dalam rekaman pendek ini (satu dari 25 total) memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena gagal jantung atau irama jantung yang tidak teratur (fibrilasi atrium) selama 10 tahun ke depan.

Rekaman ECG yang dianalisis berasal dari orang yang berusia 50 hingga 70 tahun yang pada saat itu tidak memiliki penyakit kardiovaskular.

Gagal jantung terjadi ketika pompa jantung melemah dan tidak dapat diobati dengan baik. Sementara itu, fibrilasi atrium terjadi ketika impuls listrik yang tidak normal tiba-tiba mulai berdenyut di bilik atas jantung (atrium) yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur dan seringkali tidak normal.

Baca Juga: Hasil Penelitian Terbaru Hubungan Antara Kopi dengan Risiko Penyakit Jantung

Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari, menyebabkan masalah seperti pusing, sesak napas, dan kelelahan, serta terkait dengan peningkatan risiko stroke lima kali lipat.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: NDTV


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah