Pesawat Pembom Amerika Serikat Terbang 30 Kali, Pasukan Rusia Siaga Penuh di Garis Merah

- 25 November 2021, 19:38 WIB
Seorang penembak jitu dengan pemberontak yang didukung Moskow mengawasi wilayah Donbas yang memisahkan diri dari Ukraina.*
Seorang penembak jitu dengan pemberontak yang didukung Moskow mengawasi wilayah Donbas yang memisahkan diri dari Ukraina.* /Reuters/

ZONA PRIANGAN - Moskow menuduh Amerika Serikat (AS) diam-diam melakukan serangan nuklir tiruan 12 mil dari perbatasan, dan itu membuat pasukan Rusia waspada.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan, Rusia selalu dituduh menciptakan ketegangan, sementara NATO lakukan latihan dekat perbatasan.

Bahkan Sergei Shoigu mengklaim pesawat pembom strategis Amerika telah melakukan 30 penerbangan dekat dengan Rusia bulan ini dalam eskalasi yang signifikan.

Baca Juga: Jet Tempur Inggris F-35 Lightning Jatuh ke Laut, Ada Kekhawatiran Kapal Selam Rusia Curi Teknologi

Sementara itu, Ketua Dewan Urusan Luar Negeri Rusia, Fyodor Lukyanov mengatakan, Rusia harus mengubah sistem dan menggambar garis merah baru.

Dalam sebuah artikel, Fyodor Lukyanov, memperingatkan konflik baru jika NATO memperluas lebih jauh ke timur.

Lukyanov yang memberi nasihat kepada Kremlin - juga menjelaskan bahwa Moskow akan mencari lebih dari sekadar jaminan verbal dari NATO.

Baca Juga: Taktik Perang Rusia Hancurkan 32 Satelit NATO untuk Melemahkan Pasukan Amerika Serikat dan Sekutu

Dia menulis: “Putaran eskalasi baru-baru ini di Eropa Timur menunjukkan bahwa prinsip-prinsip keamanan lama di benua itu tidak lagi berfungsi."

Halaman:

Editor: Parama Ghaly

Sumber: The Sun


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X