Kafe Ganja Membuka Front Baru dalam Kebangkitan Pariwisata Thailand

- 5 Agustus 2022, 15:00 WIB
Papan nama terlihat di depan toko ganja RG420, di Khaosan Road, salah satu tempat wisata favorit di Bangkok, Thailand, 31 Juli 2022.
Papan nama terlihat di depan toko ganja RG420, di Khaosan Road, salah satu tempat wisata favorit di Bangkok, Thailand, 31 Juli 2022. /REUTERS/Athit Perawongmetha

ZONA PRIANGAN - Kafe ganja RG420 dibuka empat hari yang lalu di Khao San, daerah Bangkok yang populer di kalangan para backpacker dan sudah dipadati oleh pelanggan.

Beberapa gerai semacam itu bermunculan di seluruh ibu kota sejak Thailand mendekriminalisasi pabrik pada Juni, beberapa minggu sebelum mencabut kontrol terkait COVID-19 pada turis asing.

Kedatangan turis asing menyusut menjadi hanya 2 juta saja pada paruh pertama tahun 2022, bandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai hampir 40 juta wisatawan, dan pemilik RG420 Ong-ard Panyachatiraksa dan lainnya memandang kafe mereka sebagai pusat dari upaya untuk menghidupkan kembali industri pariwisata yang berkontribusi sekitar 12% terhadap PDB sebelum pandemi COVID-19.

Dia mengatakan sekitar ratusan wisatawan telah mengunjungi kafe dalam setiap harinya, dan dia berencana untuk membuka cabang di tempat lainnya.

Baca Juga: Tentara Cantik Rusia Tewas Terkena Roket Ukraina di Donetsk, Vladimir Putin Beri Penghargaan Gelar Pahlawan

"Orang Eropa, Jepang, Amerika - mereka mencari sativa Thailand," kata Ong-ard kepada Reuters, merujuk pada jenis ganja.

"Ganja dan pariwisata cocok," tambahnya.

Tentunya tidak semua orang sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Ong-ard Panyachatiraksa.

Pada tahun 2018, Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja untuk penggunaan medis. Pada bulan Juni, seluruh tanaman ganja didekriminalisasi.

Halaman:

Editor: Yudhi Prasetiyo

Sumber: Reuters


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x