AS Pukul Rusia dengan Sanksi Baru Buntut dari Pencaplokan Moskow terhadap 4 Wilayah Ukraina

- 1 Oktober 2022, 12:30 WIB
Menteri Keuangan Janet Yellen bersaksi selama sidang Komite Jasa Keuangan DPR pada 12 Mei. Dia mengumumkan sanksi terhadap Rusia pada hari Jumat.
Menteri Keuangan Janet Yellen bersaksi selama sidang Komite Jasa Keuangan DPR pada 12 Mei. Dia mengumumkan sanksi terhadap Rusia pada hari Jumat. /Graeme Jennings/UPI/File Photo

ZONA PRIANGAN - Amerika Serikat memukul Rusia dengan babak baru sanksi karena secara ilegal mencaplok wilayah Ukraina yang didudukinya dan bersumpah untuk menghukum siapa pun yang mendukung upaya Moskow.

Presiden Vladimir Putin menandatangani perjanjian pada hari Jumat yang mengklaim Rusia telah mencaplok empat wilayah Ukraina yang hanya sebagian diduduki Moskow sebagai akibat dari invasi tujuh bulan terhadap tetangganya. Dia juga membuat ancaman terselubung untuk menggunakan senjata nuklir untuk menegakkan pendudukannya.

Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada 14 orang di kompleks industri militer Rusia, termasuk dua pemasok internasional, tiga pemimpin utama infrastruktur keuangan Rusia, anggota keluarga dekat dari beberapa pejabat senior Rusia, dan 278 anggota legislatif Rusia karena berpartisipasi dalam pencaplokan.

Baca Juga: Tangis Al Pecah Andin Hamil Anak Ketiga, Elsa Tersingkir Sienna Buang Janinnya di Ikatan Cinta Malam Ini

"Kami tidak akan berdiam diri saat Putin dengan curang mencoba mencaplok bagian-bagian Ukraina," kata Menteri Keuangan Janet Yellen dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip ZonaPriangan dari UPI.com, 30 September 2022.

"Departemen Keuangan dan pemerintah AS mengambil tindakan besar hari ini untuk semakin melemahkan kompleks industri militer Rusia yang sudah terdegradasi dan melemahkan kemampuannya untuk mengobarkan perang ilegal."

Presiden Joe Biden mengatakan upaya untuk mencaplok wilayah Ukraina jelas merupakan pelanggaran hukum internasional yang "menginjak-injak" Piagam PBB.

Baca Juga: Ngeri, Wajib Militer Rusia Sudah Dikirim ke Garis Depan Donetsk, Mengisi Kekosongan Prajurit yang Tewas

"Jangan salah: tindakan ini tidak memiliki legitimasi," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Halaman:

Editor: Didih Hudaya ZP

Sumber: UPI.com


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x