Ditemukan Tanaman Berbahaya dan Larva Hama dalam Benih dari Cina

- 14 Agustus 2020, 18:16 WIB
Benih yang dikirim dari China tanpa dipesan.*/METRO.CO.UK /

ZONA PRIANGAN – Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah menemukan rumput-rumputan berbahaya dan larva hama dalam benih-benih misteri yang dikirim tanpa diminta dari China ke ribuan penduduk AS.

Rumput ini, seperti dikatakan para pejabat pertanian, bisa menggantikan dan menghabiskan nutrisi tumbuhan asli setempat, sementara larva yang ditemukan adalah jenis hama kumbang daun yang mampu mengkonsumsi dan menghancurkan dedaunan tumbuhan pribumi.

Untuk alasan tersebut, USDA memperingatkan bahwa penerima paket jangan sampai membukanya karena melibatkan risiko yang tidak diketahui.

Baca Juga: Peringatan, Jangan Menanam Benih Misterius yang Dikirim Lewat Surat

"Kami menerima lebih dari 9.000 email dari seluruh negeri yang melaporkan menerima benih-benih yang tidak dipesan tersebut, dan kami telah mengumpulkan 925 paket," kata Osama El-Lissy, kepala administrator untuk perlindungan dan karantina USDA, seperti dikutip laman Metro.co.uk, baru-baru ini.

Kebanyakan benih yang diuji ini adalah benih kebun yang biasa, seperti marigold dan herba, rumput-rumputan ini varietas bayam air dan dodder, tumbuhan merambat berakar serabut yang bisa mencekik tumbuhan besar dan bahkan di kawasan hutan yang luas, kata USDA.

Institusi pertanian ini mengatakan, masih terus menguji benih dari Cina ini di stasiun pemeriksaan tumbuhan di setiap negara bagian, beberapa masalah bisa saja terkandung di dalamnya, dan secepatnya benih-benih ini akan dibakar.

Baca Juga: Ribuan Tikus di Desa Padamukti Dibantai, Pantas Selama Ini Tanaman Padi Sering Rusak

Para pejabat pertanian memperlakukan benih-benih ini begitu hati-hati karena para ahli biologi telah memperingatkan bahwa benih-benih tersebut mungkin membawa hama penyerang, jamur atau bahkan virus tanaman yang dapat merusak seluruh pertanian.

Halaman:

Editor: Didih Hudaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X