Ebrahim Raisi Tewas dalam Kecelakaan Helikopter: Iran Berduka

- 20 Mei 2024, 13:10 WIB
Presiden Iran Ebrahim Raisi menghadiri pertemuan dengan mitranya dari Tajikistan, Emomali Rakhmon, di Dushanbe, Tajikistan, 8 November 2023.
Presiden Iran Ebrahim Raisi menghadiri pertemuan dengan mitranya dari Tajikistan, Emomali Rakhmon, di Dushanbe, Tajikistan, 8 November 2023. /Press Service of the President of Tajikistan/Handout via REUTERS/File Photo

ZONA PRIANGAN - Presiden Iran, Ebrahim Raisi, yang dikenal sebagai garis keras dan dianggap calon potensial pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan, demikian kata pejabat dan media pemerintah pada hari Senin. Bangkai hangus helikopter yang jatuh pada hari Minggu dengan membawa Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian ditemukan pada Senin pagi setelah pencarian semalaman dalam kondisi badai salju.

"Presiden Raisi, menteri luar negeri, dan semua penumpang di helikopter tewas dalam kecelakaan tersebut," kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, yang meminta tidak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah ini, dikutip ZonaPriangan.com dari Reuters.

Kematian Raisi kemudian dikonfirmasi dalam pernyataan di media sosial oleh Wakil Presiden Mohsen Mansouri dan di televisi pemerintah.

Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter di Pegunungan Bersalju

TV pemerintah melaporkan bahwa gambar dari lokasi menunjukkan pesawat menabrak puncak gunung, meskipun tidak ada penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan.

Kantor berita negara IRNA mengatakan Raisi sedang terbang dengan helikopter Bell 212 buatan AS.

Raisi, 63 tahun, terpilih sebagai presiden pada tahun 2021, dan sejak menjabat telah memperketat undang-undang moralitas, mengawasi tindakan keras berdarah terhadap protes anti-pemerintah, dan mendorong keras dalam pembicaraan nuklir dengan kekuatan dunia.

Baca Juga: Serangan Israel ke Iran Menargetkan Sistem Pertahanan Udara S-300: Laporan

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memegang kekuasaan tertinggi dengan keputusan akhir dalam kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran, sebelumnya berusaha meyakinkan rakyat Iran bahwa tidak akan ada gangguan terhadap urusan negara.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah