Warga Keluhakan Ada Biaya Rapid Test Tidak Sesuai Ketentuan Pemerintah

- 15 Juli 2020, 02:50 WIB
DIREKTUR RSDK, Dr. M. Iqbal (tengah), menjelaskan kepada para awak media terkait harga rapid test yang tidak sesuai dengan aturan Kemenkes, Selasa, 14 Juli 2020.*/AGUS BERRIE/KABAR PRIANGAN /

ZONA PRIANGAN - Warga mengeluhkan masih ada biaya rapid test yang melebihi ketentuan yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintahan atau Kemenkes.

Rumah Sakit Umum Dadi Keluarga (RSDK), sebagai rumah sakit swasta, mengklaim, jika tarif harga yang dikeluarkan melebihi ketentuan tersebut sebelum adanya surat imbauan dan sosialisasi.

Ditemui di RSDK Ciamis, Jln. Re. Martadinata, Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Direktur RSDK, Dr. M. Iqbal, menuturkan, jika tarif yang dikeluarkan tersebut bukan hanya sebatas rapid test.

Baca Juga: Waspada Game Boy Bisa Mencuri Mobil Anda

Namun untuk memenuhi kebutuhan persyaratan yang lain, seperti halnya baju alat pelengkap diri (APD) bagi tenaga pemeriksa serta alasan pembelian bahan rapid test yang begitu mahal saat pembelian.

Pelaksanaan rapid test di RSDK memang sudah dilakukan sebelum adanya ketentuan dari Kemenkes.

Terkait rapid test sendiri memang jarang saat itu, bahkan untuk pembelanjaan dari distributor yang dibeli dari Korea dan china (impor), harganya cukup mahal.

Baca Juga: Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, Pelayanan Puskesmas Ditutup

"Selain itu, proses rapid test sendiri, tidak seperti biasa, dimana tenaga kesehatan harus mempergunakan APD yang lengkap, sebagai bentuk kewaspadaan, meski belum tahu hasilnya seperti apa, " ucap Iqbal, Selasa, 14 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Parama Ghaly


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X