Rencana Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Majalengka-Kuningan

- 5 Agustus 2020, 22:25 WIB
Zoom meeting juga memaparkan tentang telah dibuatnya aplikasi E-PMR , dimana masyarakat bisa melaporkan kejadian Karhutla maupun kejadian lainnya untuk segera disikapi petugas kepolisian.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON /

ZONA PRIANGAN - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, berencana melaksanakan pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta aplikasi elektronik menyangkut hutan bagi masyarakat Peduli Api (MPA).

Hal itu mengemuka pada acara zoom meeting Peran MPA Berkesadaran Hukum dengan pembicara Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso bersama Kepala Balai Jakarta Dimyanti dan di ikuti para peserta zoom meeting terdiri dari Kasat Binmas IPTU Djunardi, Ps.Paur Subbag Humas AIPDA Riyana dan dari Unsur Polsek Bhabinkamtibmas, Koramil Babinsa, Aparat Desa, UPT LHK, Tokoh Masyarakat, MPA, Pendamping Masyarakat (LSM) dan Pararegal.

Kapolres Majalengka yang menjadi narasumber Karhutla memaparkan perkembangan situasi terkini di musim kemarau di Taman Nasional Gunung Ciremai yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kuningan dan Majalengka seluas +15.500 ha, wilayah berbatasan langsung dengan 25 desa di Kabupaten Kuningan dan 20 desa di Kabupateb Majalengka.

Baca Juga: Seluruh Objek Wisata Termasuk Tempat Karaoke di Majalengka Ditutup, Ada Apa?

Dalam pemaparan juga dijelaskan satwa langka yang berada di Gunung Ciremai, antara lain adalah Macan Kumbang (Panthera pardus), Surili (Presbytis comata), dan Elang Jawa (Spyzaetus bartelsi).

Jenis satwa lainnya adalah Lutung (Presbytis cristata), Kijang (Muntiacus muntjak), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Ular Sanca (Phyton molurus), Meong Congkok (Felis bengalensis), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), Ekek Kiling (Cissa thalassina), Sepah Madu (Perictorus miniatus), Walik (Ptilinopuscinctus), Anis (Zoothera citrina) dan berbagai jenis burung berkicau lainnya.

Satwa-satwa tersebut harus terus dilindungi agar bisa tetap hidup, berkembang biak dan keberadaanya tetap lestari, untuk itu menjelang musim kemarau hutan harus benar-benar terjaga jangan sampai terjadi kebakaran lahan hutan, agar satwa yang ada bisa tetap hidup dengan damai tanpa terganggu kondisi lingkungan.

Baca Juga: Panen Raya Lembur Tohaga Saung Pakuwon Majalengka, Hasil Ketahanan Pangan Hadapi Pandemi

“Kepolisian bersama Badan TNGC telah memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar hutan, pendaki secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk, media sosial, media cetak dan elektronik, agar masyarakat menjaga lingkungannya dan tidak melakukan pembakaran lahan secara liar, tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan juga bagi warga masyarakat sekitar,” papar Kapolres Bismo.

Halaman:

Editor: Didih Hudaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X