UAE Operasikan Listrik Tenaga Nuklir, Periset: Kurang Fitur Keselamatan, Itu Berbahaya

2 Agustus 2020, 16:26 WIB
UEA mengumumkan peluncuran PLTN Barakah di Abu Dhabi.* Foto: Emirates Nuclear Energy Corp.*/UPI /

ZONA PRIANGAN – Persatuan Emirat Arab (UAE) mengumumkan Sabtu 1 Juli 2020 lalu bahwa negara itu telah meluncurkan pengoperasian pertama empat reaktor pusat listrik tenaga nuklir Barakah.

Proyek itu digambarkan sebagai listrik tenaga nuklir pertama di dunia Arab.

Perusahaan Energi Nuklir Emirat, membangun dan mengoperasikan pembangkit tersebut dengan Perusahaan Tenaga Listrik Korea di kawasan Al Dhafrah Abu Dhabi, dalam sebuah rilis pers dikatakan pembangkit Unit 1 telah berhasil dinyalakan.

Baca Juga: Vendor Apple dan Samsung Buka 300.000 Pekerjaan Baru

“Penyalaan Unit 1 menandai pertama kalinya reaktor ini secara aman menghasilkan panas, yang akan digunakan untuk menciptakan uap, memutar turbin dan menghasilkan listrik,” dikatakan dalam rilis tersebut.

Pembangkit nuklir Barakah, telah dibuka sejak 2017, telah menghabiskan anggaran miliaran dolar dan terjadi masalah pelambatan, seperti dilaporkan Al-Jazeera, baru-baru ini.

Dibangunnya energi nuklir telah meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi risiko pada pembangkit tersebut.

Baca Juga: Film Ranah 3 Warna Selesai Diproduksi, Amanda Rawles: Lama Banget Nunggu Tayang

Tahun lalu Paul Dorfman, seorang anggota riset senior di Institut Energi, Universitas College London dan pendiri Kelompok Konsultasi Nuklir, menyampaikan kekhawatirannya.

Dalam sebuah laporan disebutkan reaktor Barakah memiliki kekurangan fitur keselamatan yang sudah standar dalam pembuatan pembangkit nuklir di mana pun.

Fitur yang hilang termasuk “penangkap inti” untuk menghentikan inti reaktor karena terputus akibat kebocoran, dan perlindungan dari lepasnya radiasi karena serangan rudal atau jet tempur.

Baca Juga: Ada Bara Antara Viking, The Jack dan Aremania, kalau Sama Bonek Akur

Apalagi Barakah berlokasi dekat Qatar, yang merupakan kawasan rival dari UAE yang membuat pembangkit ini sebagai ancaman mencolok pada perdamaian dan lingkungan regional.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: Al Jazeera

Tags

Terkini

Terpopuler