Dugaan Virus dari Rusia, Puluhan Ribu Burung, Ayam, dan Kalkun Dimusnahkan Secara Paksa

- 9 Desember 2021, 21:03 WIB
Ilustrasi ayam kalkun.*
Ilustrasi ayam kalkun.* /Pixabay /Tracey O'Brien

ZONA PRIANGAN - Serangan virus corona varian Delta dan Omicron belum mereda, Inggris dilanda flu burung pada tingkat yang mengerikan.

Sudah puluhan ribu burung di 40 peternakan dimusnahkan secara paksa untuk menghindari meluasnya flu burung.

Perayaan Natal juga terancam tanpa makan siang, karena sudah 10 ribu kalkun terpapar H5N8 di Northallerton, North Yorkshire.

Baca Juga: Kalkun Wajib Lockdown agar Orang Kristen Bisa Makan Siang Saat Perayaan Natal

Dan minggu ini, ratusan ayam dimusnahkan di Suffolk setelah ditemukan jenis flu penerbangan H5N1 yang sangat menular.

Kepala dokter hewan Inggris, Christine Middlemiss telah mengumumkan bahwa flu burung berada pada "tingkat fenomenal".

Christine Middlemiss mengatakan kepada BBC bahwa Zona Pencegahan Flu Burung diumumkan di seluruh Inggris pada 3 November sebelum diperpanjang pada 29 November.

Baca Juga: Natal dalam Bahaya, Ribuan Kalkun Dimusnahkan Karena Terpapar Flu Burung

Dan itu adalah pemusnahan terbesar yang pernah ada, menurut Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan.

Diyakini bahwa sumber wabah berasal dari burung yang bermigrasi dari utara Rusia dan Eropa timur.

Dr Middlemiss berkata: “Kami tidak bisa menunggu sampai satu tahun lagi dan memiliki wabah yang lebih besar."

Baca Juga: Kasihan Ayam Kalkun, Sejumlah Negara Tidak Mau Mengakui Sebagai Tempat Kelahirannya

“Jadi, kami akan bekerja tidak hanya dengan ilmuwan kami sendiri tetapi juga secara internasional," tuturnya yang dikutip Daily Star.

“Kita perlu menjaga tingkat biosekuriti yang tinggi ini selama ini," ujar Christine Middlemiss.

“Saya tahu itu kedengarannya jumlah yang sangat besar, dan tentu saja bagi para penjaga yang terpengaruh itu benar-benar menghancurkan," ucapnya.

Baca Juga: 5 Ribu Burung Merpati Hilang dalam Ajang Balapan, Dugaan Akibat Kondisi Atmosfer

Dokter juga menegaskan bahwa ada risiko latar belakang yang berkelanjutan dari flu burung.

Dia menambahkan: "Kami mendapat peningkatan besar-besaran dengan burung liar yang bermigrasi, dan tentu saja itu adalah sesuatu yang perlu kami pahami."***

Editor: Parama Ghaly


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x