Grup Wagner Raih Kemenangan Perang di Bakhmut Ukraina, Warga Rusia Justru Merasa Takut, Ini Penyebabnya

- 23 Maret 2023, 20:06 WIB
Tentara bayaran Grup Wagner Rusia perlahan-lahan dibebaskan kembali ke Rusia.*
Tentara bayaran Grup Wagner Rusia perlahan-lahan dibebaskan kembali ke Rusia.* /Twitter /Express

ZONA PRIANGAN - Kemenangan tentara bayaran Grup Wagner atas pejuang Ukraina di pertempuran Kota Bakhmut menimbulkan kekhawatiran warga Rusia.

Ya, personel Grup Wagner yang selamat setelah menjalani perang selama enam bulan akan dipulangkan kembali ke Rusia.

Sesuai kontrak, setelah enam bulan bertempur mereka bisa menghirup kembali udara bebas. Tapi, di situlah muncul masalah baru bagi warga sipil Rusia.

Baca Juga: 30 Ribu Tentara Grup Wagner Tewas dalam Pertempuran Bakhmut, Yevgeny Prigozhin Ingin Perhatian Vladimir Putin

Seperti diketahui, sebagian besar tentara bayaran Grup Wagner direkrut dari pelaku kriminal yang menghuni sejumlah penjara Rusia.

Saat perekrutan, Vladimir Putin menjanjikan kepada narapidana (napi) akan dibebaskan dari hukuman sebelumnya, asal selamat setelah ikut bertempur di Ukraina.

Warga Rusia kini takut, pelaku kriminal akan mengulang kembali kejahatannya setelah mendapat pelatihan di Grup Wagner.

Baca Juga: Pejuang Ukraina Raih Kemenangan di Sungai Bakhmutka, Tentara Grup Wagner Terperangkap di Zona Pembunuhan

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Inggris melaporkan, beberapa minggu mendatang para napi yang bertugas di Grup Wagner akan dibebaskan dan kembali ke Rusia.

Diungkapkan, puncak perekrutan Grup Wagner dari penjara Rusia terjadi pada musim gugur tahun lalu, dan banyak yang dipekerjakan dengan kontrak enam bulan.

"Mereka yang selamat dari dari pertempuran setengah tahun di Ukraina akan kembali ke rumah," tutur Kemenhan Inggris yang dikutip Express.

Baca Juga: Legiun Kebebasan Rusia Bantu Ukraina Melawan Grup Wagner di Bakhmut, Siap Hancurkan Rezim Vladimir Putin

Sertifikat yang dikeluarkan untuk membebaskan veteran Grup Wagner mengklaim telah disahkan oleh keputusan Presiden Putin.

Meskipun sekitar setengah dari tahanan yang direkrut kemungkinan besar telah terbunuh atau terluka, bukti dari Rusia menunjukkan bahwa kelompok tersebut memenuhi janjinya untuk membebaskan para penyintas.

Aktivis hak asasi manusia Rusia telah mengeluh bahwa tentara bayaran yang masuk akan menyebabkan kekambuhan perilaku kriminal yang sangat besar.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: Express


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x