Jejak Manusia Berusia 120.000 Tahun Ditemukan di Arab Saudi

- 23 September 2020, 19:39 WIB
Jejak kaki bisa membantu memahami bagaimana manusia menyebar dari Afrika./AFP
Jejak kaki bisa membantu memahami bagaimana manusia menyebar dari Afrika./AFP /

ZONA PRIANGAN - Sebanyak tujuh pasang jejak kaki manusia, yang ditemukan di sekitar danau kering kuno di wilayah utara Tabuk, menjadi bukti paling awal keberadaan manusia di Semenanjung Arab.

Para pakar yakin ini merupakan jejak kaki sekurangnya dua orang manusia, dan dikatakan para pakar bisa membantu memahami rute yang diambil oleh para manusia purba tersebut menyebar dari Afrika.

Penelitian terbaru menyebutkan rute-rute pedalaman, mengikuti danau dan sungai, mungkin menjadi penting bagi manusia purba untuk meninggalkan benua tersebut, menurut Mathew Stewart dari Institut Ekologi Kimia Max Planck, Jerman, seperti dikutip laman Sky.com, baru-baru ini.

Baca Juga: Jati Pereket Keramat Berusia Ratusan tahun, yang Dianggap Ikon Kertajati Terancam Dirobohkan

Dia menambahkan: “Jejak kaki merupakan sebuah bentuk yang unik dari bukti fosil di mana jejak-jejak ini memberikan rekaman dalam waktu, secara khas mewakili beberapa jam atau hari, sebuah resolusi yang tidak didapatkan dari rekaman lain.”

Para peneliti yakin jejak kaki ini milik manusia modern, berdasarkan pada dugaan tinggi dan bobot mereka, bukan lagi manusia Neanderthal, yang tidak dikenal pernah ada di kawasan ini pada waktu tersebut.  

Stewart mengatakan: "Kita tahu bahwa manusia yang mengunjungi danau ini pada saat yang sama dengan para hewan ke sini, dan, tidak biasanya untuk kawasan ini, tidak ada perkakas dari batu.”

Baca Juga: TV Jadul, Penyebab Hilangnya Sinyal Internet Selama 18 Bulan

"Diketahui orang-orang mengunjungi danau untuk sumber air dan untuk mencari makanan pada saat yang sama sebagaimana para binatang,” tambahnya. Jejak kaki gajah dan binatang lain juga teridentifikasi pada 233 fosil yang ditemukan.

Saat ini, semenanjung Arab terdiri atas gurun yang luas yang tak mungkin ditempati oleh manusia awal dan binatang yang mereka buru.

Namun, selama sepuluh tahun terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa kawasan ini mengalami kondisi lebih hijau dan lembab karena variasi alami dalam iklim.

Baca Juga: Legenda NBA Michael Jordan Buat Tim NASCAR

Richard Clark-Wilson dari Universitas London, mengatakan: "Pada saat tertentu pada zaman dulu, gurun pasir yang mendominasi bagian dalam semenanjung berubah secara permanen menjadi padang rumput dengan danau dan sungai yang berair segar.”

"Keberadaan hewan-hewan besar seperti gajah dan kuda nil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber air melimpah, mungkin membuat Arab bagian utara menjadi tempat yang menarik bagi manusia yang bergerak antara Afrika dan Eurasia,” tambah Michael Petraglia, dari Institut Max Planck untuk Sains dan Sejarah Manusia, Jerman.***

Editor: Didih Hudaya ZP


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x