Ngeri, Tentara Penggal Kepala Ular untuk Dimakan, Bagian dari Latihan Bertahan Hidup Termasuk Menelan Tokek

8 Januari 2022, 11:06 WIB
Marinir AS diberi makan darah ular selama latihan militer multilateral Cobra Gold di Chonburi, Thailand 4 Maret.* /Reuters /Soe Zeya Tun

ZONA PRIANGAN - Memakan ular, kalajengking, dan tokek merupakan latihan bertahan hidup tentara Amerika Serikat (AS) di Thailand.

Latihan bersama tentara AS dan Thailand itu menggunakan sandi 'Cobra Gold'. Dalam video yang beredar ada sesi pemenggalan kepala ular hidup.

Praktik kontroversial itu menjadi pokok dari kursus yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Baca Juga: Buaya Pura-pura Mati, Ketika Ditelan Piton Ternyata Menyerang dari dalam Membuat Ular Itu Perutnya Pecah

Sorotan lain dari program 10 hari latihan bersama menampilkan konsumsi kalajengking dan menguliti tokek.

Kelompok hak hewan, termasuk People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), telah menyerukan larangan kegiatan semacam itu.

Dikutip rt.com, PETA tampaknya baru mengetahui praktik tersebut tahun lalu dan tahun ini menyerukan larangan.

Baca Juga: Ular Piton Kesulitan Menelan Mangsa Antelop yang Besar, Ini yang Terjadi pada Mulut Reptil Itu

Dengan berakhirnya edisi Cobra Gold 2021, PETA kini telah menyatakan bahwa minum darah ular telah dihapus dari program.

Ini mengutip informasi tentang pembatalan dari Amnuay Kerdkaew, direktur operasi gabungan di Angkatan Udara Kerajaan Thailand.

Dalam sebuah pernyataan, PETA UK mengatakan bahwa kampanye intens telah menekan penyelenggara Cobra Gold untuk menghentikan pelatihan mengerikan.

Baca Juga: Rekaman Mengerikan, Perut Ular Piton Pecah Setelah Memakan Sapi Sekaligus

Praktik sebelumnya, memperlihatkan tentara memenggal kepala ular, membunuh ayam dengan tangan kosong, memakan kalajengking hidup, dan menelan tokek hidup.

Para pejabat tampaknya mengakui bahwa latihan itu dimaksudkan untuk membangun persahabatan di antara tentara.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: RT.com

Tags

Terkini

Terpopuler