Tentara Ukraina di Slovyansk, Kharkiv, dan Mykolaiv Mulai Kewalahan Menghadapi Gempuran Pasukan Rusia

7 Juli 2022, 11:23 WIB
Serangan rudal Brigade Mekanik ke-93 Ukraina melenyapkan kekuatan pasukan Rusia di Kharkiv.* /Twitter /@BlueSauron

khark

ZONA PRIANGAN - Pasukan Vladimir melakukan serangan besar-besaran di wilayah timur, utara, dan selatan Ukraina.

Gempuran prajurit Kremlin terlihat di Kota Slovyansk wilayah Donetsk. Otoritas setempat meminta penduduk untuk segera mengungsi menghindari jatuhnya korban jiwa.

Di wilayah utara, pasukan Moskow melakukan serangan ke Kota Kharkiv. Mereka berupaya merebut kembali Kharkiv setelah dipukul mundur oleh pejuang Kiev.

Baca Juga: Kepala Roscosmos: Tahun Ini Rusia Tidak Bisa Membendung Lagi Rudal Setan-2 untuk Menghancurkan Musuh

Sementara di selatan Ukraina, pelabuhan Mykolaiv juga dibombardir oleh pasukan Vladimir Putin. Rusia tidak ingin melepas wilayah-wilayah yang sempat direbutnya.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan dalam pembaruan media sosial pada Rabu malam bahwa pasukan Ukraina telah menghentikan serangan musuh yang bergerak maju menuju Slovyansk di Donetsk.

Otoritas separatis di Donetsk juga mengatakan bahwa empat warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka dalam penembakan Ukraina selama 24 jam terakhir.
Baca Juga: Rudal Nuklir Setan-2 Sangat Menakutkan, Rusia Anggap NATO Hanya Menambah Masalah di Perang Ukraina

Laporan berita yang dikutip Aljazeera mengatakan penembakan itu menghantam gudang amunisi pada hari Selasa, memicu ledakan besar.

Sementara Gubernur regional Kharkiv Oleh Synyehubov di Telegram mengungkapkan, tiga kabupaten kota menjadi sasaran.

Satu orang tewas dan tiga, termasuk seorang balita, menderita luka-luka, akibat serangan Rusia tanpa henti.

Baca Juga: NATO Terancam Serangan Rudal Nuklir Yars Rusia, Inggris Bisa Menghilang dalam Waktu Sekejap

Di selatan negara itu, pelabuhan Mykolaiv juga dibombardir, kata Oleksandr Senkevych, walikotanya, dalam sebuah pengarahan.

"Tidak ada daerah aman di Mykolaiv. Saya memberi tahu orang-orang ... bahwa mereka harus mengungsi," ujarnya.

Kota ini telah kehilangan sekitar setengah dari 500.000 populasi sebelum perang.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: Aljazeera

Tags

Terkini

Terpopuler