Perayaan Natal: Tradisi di Belanda Sinterklas dari Spanyol dan Santa Claus dari Finlandia

- 9 Desember 2020, 05:26 WIB
SINTERKLAS menjadi salah satu ikon perayaan Natal.*
SINTERKLAS menjadi salah satu ikon perayaan Natal.* /PIXABAY/

ZONA PRIANGAN - Menjelang perayaan Natal -- sejak awal Desember -- umat Kristiani sudah banyak yang menghadirkan pohon cemara lengkap dengan pernak perniknya.

Ya pohon cemara memang identik dengan Natal. Namun ada satu lagi ikon yang selalu hadir selama perayaan Natal, yakni sosok Sinterklas atau Santa Claus.

Namun di setiap wilayah, tradisi Natal selalu ada yang unik dan berbeda-beda, termasuk di Negeri Kincir Angin, Belanda.

Baca Juga: Virus Covid-19 Mirip dengan Virus Flu Biasa, Hati-hati kalau Hidung Kehilangan Fungsi Penciuman

Di Belanda Sinterklaas atau Santa Claus memang selalu hadir di perayaan Natal, cuma masyarakat di sana punya pendapat berbeda.

Warga Belanda menyebut Sinterklaas dan Santa Claus merupakan dua sosok yang berbeda.

Tradisi di Belanda mengatakan bahwa Santa Claus (Christmas Man/Kerstman) akan datang dari Lapland di Finlandia untuk membawakan lebih banyak hadiah untuk anak-anak pada malam Natal.

Baca Juga: Gelombang Cinta Pernah Terjual Rp 1 Miliar, Kini Ibu-ibu Kembali Membeli Karena Harganya Terjangkau

Sedangkan St.Nicholas yang biasa disebut di Belanda sebagai Sinterklas berasal dari Madrid, Spanyol dan setiap tahun ia berlabuh di Belanda.

Dikutip zonapriangan dari ehef.id, keseluruhan perayaan Sinterklas sesungguhnya berlangsung pada pertengahan bulan November (hari Sabtu kedua di bulan November) ketika Sinterklaas datang ke kota-kota di Belanda.

Kedatangan Sinterklas yang mengenakan baju serba merah bersama pelayannya, Zwarte Pieten (Black Peters), akan ditandai oleh bunyi lonceng gereja.

Baca Juga: Kebangkitan Komunis Menguat, Mulai Tercium Masuk Dalam Urusan Militer

Anak-anak yang sudah berkumpul akan menerima hadiah dari Sinterklas. Selain itu, pesta Sinterklas juga dimeriahi dengan permainan harta karun dan makanan-makanan manis.

Perayaan Natal sendiri berbeda dengan perayaan Sinterklas. Pada hari Natal, suasana di Belanda akan jauh lebih sunyi.

Hal itu dikarenakan, kebanyakan masyarakat Belaanda akan pergi ke gereja atau menghabiskan waktu makan-makan bersama keluarga besar mereka.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: ehef.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x