Ternyata Selama Pandemi Serangan Siber Meningkat Signifikan, Pemprov Jabar Capai 10 Juta Serangan di 2020

27 April 2021, 00:14 WIB
Ternyata Selama Pandemi Serangan Siber Semakin Meningkat Signifikan, Pemprov Jabar Capai 10 Juta Serangan. /Pixabay/Geralt/

ZONA PRIANGAN – Ternyata serangan siber ke Pemda Provinsi Jawa Barat selama 2020 tercatat 10 juta serangan.

Dan serangan semakin meningkat siginifikan terjadi selama pandemi Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah kabupaten/kota perlu membangun kesadaran dan ketahanan siber dalam menjaga sistem jaringan IT dari serangan siber.

Baca Juga: 40 Wanita Telanjang Berpikir Balkon Masih Area Privasi, Grechin: Keputusannya Cuma 1 Menit

Sehingga tidak ada data- data penting yang dirusak atau dicuri untuk kepentingan para peretas.

Seperti yang dikatakan Kepala Diskominfo Jabar Setiaji. Dia mengungkapkan di akhir 2020 tercatat jumlah serangan siber ke Pemprov Jabar meningkat cukup signifikan.

“Selama tahun 2020 hampir 10 juta serangan yang masuk,” katanya saat digelar Webinar Sandikami Mania Series#11 oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat belum lama ini.

Baca Juga: Para Ilmuwan Mengklaim, Obat Flu Berpotensi 'Membunuh' Virus Corona dalam Beberapa Hari

Menurut Setiaji, peningkatan kesadaran keamanan siber di tubuh pemerintah daerah penting seiring tren serangan siber yang meningkat selama masa pandemi.

“Di masa pandemi, tren serangan siber beragam dan kita fokus dalam menangani hal ini,” ujarnya.

Setiaji mengingatkan pemda untuk terus mengembangkan aplikasi IT secara aman. Diskominfo bertanggung jawab dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangani serangan ini secara lebih intelijen.

Baca Juga: Guru Wanita Berusia 21 Tahun Nekat Merayu dan Berhubungan Intim dengan Siswanya di dalam Mobil

Di Jabar sendiri, ungkap Setiaji, ada yang disebut Lalaki Sajabar atau Layanan-Layanan Keamanan Informasi dan Persandian Jawa Barat.

“Mari kita manfaatkan layanan ini. Mudah-mudahan kita lebih aware, biar tidak kecolongan datanya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan saat ini teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat sehingga pemda perlu keamanan siber atas berbagai layanan berbasis internet.

Baca Juga: Ketegangan di Luar Angkasa Meningkat, Militer China Hadirkan Penjelajah Mars Zhu Rong

“Khususnya di pemerintahan sejak lama sudah disiapkan. Dimulai dari lingkungan kita sendiri. Mendisiplinkan diri dengan menjaga kemanan jaringan siber masing-masing,” katanya.

Khusus di Jabar, pengelolaan IT menjadi fokus dalam roda pemerintahan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum.

“Di Jabar kita punya Jabar Digital Service di Gedung Sate. Pengelolaannya di bawah Diskominfo. Di sini kita dibantu 160 orang ahli di antaranya ahli IT, ahli software, jaringan, dan lain sebagainya,” sebutnya.

Baca Juga: Lettu Imam Adi Korban KRI Nanggala-402 Dikunci Anaknya Dikamar, Hotman Paris : Saya akan Biayai Sekolahnya

Namun Pemprov Jabar masih membutuhkan stakeholders lain untuk membantu mengimbangi perkembangan teknologi.

Dengan pola pentaheliks, lembaga yang jadi bidikan untuk diajak kerja sama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), diskominfo kabupaten/kota, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan komunitas IT.

Webinar ini diinisiasi Bidang Persandian dan Keamanan Informasi mengambil tema “Building Awareness by Collaborating Among Stakeholders of Cyber Incident Response and Management in the Regional Government.

Baca Juga: Ilmuwan Sebut Kawasan Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl 20.000 Tahun Tidak Bisa Dihuni

Hadir dalam webinar diskominfo kabupaten/kota se-Jawa Barat, diskominfo dan CSIRT provinsi se-Indonesia, perangkat daerah Pemda Provinsi Jabar, dan stakeholders non pemerintah seperti akademisi dan komunitas siber.***

Editor: Yurri Erfansyah

Tags

Terkini

Terpopuler