Inovasi Google: Mesin Pencari Berbasis AI Siapkan Fitur Berbayar

- 4 April 2024, 16:17 WIB
Seorang pria memegang ponsel pintarnya yang menampilkan halaman beranda Google, dalam foto ilustrasi yang diambil di Bordeaux, Barat Daya Prancis, 22 Agustus 2016.
Seorang pria memegang ponsel pintarnya yang menampilkan halaman beranda Google, dalam foto ilustrasi yang diambil di Bordeaux, Barat Daya Prancis, 22 Agustus 2016. /REUTERS/Regis Duvignau/File Photo

ZONA PRIANGAN - Google, perusahaan di bawah payung Alphabet, sedang mempertimbangkan untuk memungut biaya untuk fitur premium pada mesin pencari yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), demikian laporan dari Financial Times pada hari Rabu, yang mengutip orang-orang yang akrab dengan rencana tersebut, dikutip ZonaPriangan.com dari Reuters.

Raksasa teknologi tersebut sedang meneliti berbagai opsi, termasuk menggabungkan fitur pencarian yang didukung oleh kecerdasan buatan ke dalam layanan langganan premiumnya, yang sudah memberikan akses ke asisten kecerdasan buatan Gemini-nya dalam Gmail dan Docs, demikian laporan tersebut menyebutkan.

Saham Alphabet turun sekitar 1% dalam perdagangan di luar jam perdagangan normal.

Baca Juga: Google Maps Terbaru: Daftar Rekomendasi, Pengelolaan Tempat, dan Kecerdasan Buatan!

Langkah ini akan menjadi kali pertama bagi Google dalam menyimpan salah satu produk intinya di balik tembok berbayar, karena perusahaan ini berusaha untuk mendapatkan pijakan di ruang AI yang berkembang pesat.

Mesin pencari tradisionalnya tetap gratis dan iklan akan terus muncul bersama dengan hasil pencarian bahkan untuk pelanggan berlangganan, tambah laporan tersebut.

"Kami tidak sedang mengerjakan atau mempertimbangkan pengalaman pencarian tanpa iklan. Seperti yang sudah kami lakukan berkali-kali sebelumnya,

Baca Juga: Uji Coba Terbaru Google: Panggilan WhatsApp Terintegrasi dengan Telepon

"kami akan terus membangun kemampuan dan layanan premium baru untuk meningkatkan penawaran langganan kami di seluruh Google," kata perusahaan tersebut kepada Reuters dalam sebuah pernyataan melalui email.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: Reuters Financial Times


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah