Cytisine: Senyawa Berbasis Tanaman yang Efektif untuk Berhenti Merokok dengan Harga Terjangkau

- 1 Januari 2024, 21:30 WIB
Cytisine tidak berlisensi di sebagian besar negara di luar Eropa tengah dan timur.
Cytisine tidak berlisensi di sebagian besar negara di luar Eropa tengah dan timur. /NDTV.COM

ZONA PRIANGAN - Sebuah penelitian menemukan bahwa Cytisine, senyawa berbasis tanaman, meningkatkan peluang berhenti merokok dengan lebih dari dua kali lipatnya jika dibandingkan dengan plasebo dan mungkin lebih efektif daripada terapi penggantian nikotin. Cytisine, sebagai alat bantu berhenti merokok yang murah dan generik, telah digunakan di Eropa Timur sejak tahun 1960-an dan tidak menunjukkan masalah keamanan yang serius, demikian disampaikan oleh para peneliti.

Namun, senyawa ini tidak dilisensikan atau dipasarkan di sebagian besar negara di luar Eropa Tengah dan Timur, sehingga tidak tersedia di sebagian besar dunia, termasuk banyak negara berpendapatan rendah dan menengah (LAMI) di mana senyawa ini dapat berperan besar dalam kesehatan global.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Addiction menggabungkan hasil delapan uji coba yang membandingkan cytisine dengan plasebo, melibatkan hampir 6.000 pasien.

Baca Juga: Dokter Saddam Ismail: 7 Cara Mencegah Serangan Stroke, Nomor Satu dengan Berhenti Merokok

Hasil gabungan menunjukkan bahwa cytisine meningkatkan peluang berhenti merokok dengan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan plasebo, demikian disampaikan oleh para peneliti.

Mereka juga mencatat bahwa cytisine mungkin lebih efektif daripada terapi penggantian nikotin, suatu metode yang disetujui secara medis untuk mengobati orang dengan gangguan penggunaan tembakau dengan mengonsumsi nikotin melalui cara selain tembakau.

"Studi kami menambah bukti bahwa cytisine adalah alat bantu berhenti merokok yang efektif dan terjangkau. Ini bisa sangat berguna dalam mengurangi merokok di negara-negara LAMI di mana obat berhenti merokok yang terjangkau sangat dibutuhkan," kata Omar De Santi dari Centro Nacional de Intoxicaciones (CNI), Buenos Aires, Argentina, dikutip ZonaPriangan.com dari NDTV.

Baca Juga: Hasil survei: Jumlah Perokok Dewasa Meningkat Selama Corona

"Secara global, merokok dianggap sebagai penyebab utama kematian yang dapat dicegah. Cytisine berpotensi menjadi salah satu solusi besar untuk masalah tersebut," tambah De Santi, penulis utama studi ini.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: NDTV


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah