AS Dapat Mengambil Tindakan Terhadap Junta Militer Myanmar

16 Desember 2021, 09:32 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan AS dapat mengambil tindakan terhadap junta militer Myanmar. / Reuters

ZONA PRIANGAN - Amerika Serikat tengah mempertimbangkan langkah-langkah baru untuk menekan junta militer Myanmar untuk kembali ke "jalur demokrasi', Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Rabu, 15 Desember, setelah menyaksikan tindakan keras yang meningkat terhadap perbedaan pendapat.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak Februari ketika pemerintah sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer.

Amerika Serikat telah menjatuhkan beberapa sanksi dan blok regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menyusun roadmap perdamaian, tetapi ada keraguan serius tentang komitmen para jenderal.

Baca Juga: Ular Piton Karpet Juga Piawai Berkamuflase untuk Siap Menyerang Mangsa

Berbicara selama kunjungan ke Malaysia, di antara beberapa negara ASEAN yang mengecam keras kudeta tersebut, Blinken mengakui bahwa situasinya belum membaik.

"Saya pikir akan menjadi penting dalam beberapa pekan dan bulan ke depan untuk melihat langkah dan langkah tambahan apa yang dapat kita ambil, secara individu, kolektif, untuk menekan rezim agar mengembalikan negara ke jalur demokrasi," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dikutip ZonaPriangan.com dari AFP pada Rabu, 15 Desember 2021.

"Ini adalah sesuatu yang kami lihat," tambahnya, tanpa mengatakan tindakan apa yang mungkin dapat dilakukan.

Baca Juga: Kobaran Api Menyapu Gedung Pencakar Langit WTC Hongkong, 300 Terjebak di Atap dan 13 Terluka

Kudeta itu memicu protes nasional tetapi junta telah menanggapi dengan tindakan keras dan brutal yang menyebabkan lebih dari 1.300 orang tewas dan ribuan orang ditangkap, menurut pemantau lokal.

Blinken juga mengatakan Amerika Serikat sedang mencari apakah perlakuan terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar yang mayoritas Budha, mungkin merupakan praktik genosida.

Kelompok ini menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar, dan ratusan ribu orang melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh pada 2017 setelah tindakan keras militer.***

Editor: Didih Hudaya ZP

Sumber: AFP

Tags

Terkini

Terpopuler