Rusia Ubah Taktik, Lakukan Serangan Jarak Jauh, Lepaskan Rudal Kh-555 dari Arah Laut Hitam ke Kota Lviv

18 Maret 2022, 19:24 WIB
Mayat yang tergeletak di jalan sering dijumpai di wilayah Mariupol, Ukraina.* /Reuters/

ZONA PRIANGAN - Strategi pasukan Rusia sedikit berubah. Serangan mereka yang dikira terhenti, ternyata muncul dari Laut Hitam.

Dari arah Laut Hitam, pasukan Vladimir Putin melepaskan rudal jelajah yang menghantam Kota Lviv, Ukraina barat.

Rudal jelajah Rusia itu tepat mengenai sasaran, menghancurkan pabrik perbaikan pesawat. Serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Andalkan Senapan Scorpion, Pria Skotlandia Ini Bergabung dengan Legiun Asing Melawan Pasukan Rusia

Wali Kota Lviv, Andriy Sadovy mengatakan, wilayahnya berulan kali mendapat serangan rudal pasukan Rusia.

Dikutip nypost, militer Ukraina menyebut, rudal yang dilepaskan Rusia kemungkinan jenis Kh-555 yang diluncurkan dari pembom strategis berat.

Rudal serupa menghantam pangkalan militer Yavoriv di Ukraina barat pada hari Minggu. Lokasi itu sering dimanfaatkan NATO untuk pelatihan internasional.

Baca Juga: China Tegaskan Bantu Kekuatan Ekonomi dan Politik Ukraina, Hal Itu Membuat Vladimir Putin Jadi Galau

Selain di Kota Lviv, serangan pasukan Rusia diarahkan ke kota lain dari jarak jauh. Beberapa fasilitas kesehatan ikut hancur.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidato video malam hari kepada bangsa bahwa dia berterima kasih kepada Presiden AS Joe Biden.

AS kembali mengirimnkan bantuan militer tambahan tetapi, Zelensky tidak akan mengatakan secara spesifik apa yang termasuk dalam paket baru karena dia tidak ingin memberi tahu Rusia.

Baca Juga: Vladimir Putin Tenggelam Tetap Selamat Berkat Teknologi Canggih Limo Aurus Senat

Para menteri luar negeri dari Kelompok Tujuh ekonomi terkemuka mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sedang melakukan perang yang tidak beralasan dan memalukan.

Pertempuran itu telah menyebabkan lebih dari 3 juta orang meninggalkan Ukraina, perkiraan PBB.

Jumlah korban tewas masih belum diketahui, meskipun Ukraina mengatakan ribuan warga sipil telah tewas.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: nypost

Tags

Terkini

Terpopuler