Perang Gerilya Muncul di Luhansk, Donetsk dan Krimea, Terinspirasi Keberhasilan Pejuang Kiev Merebut Kherson

27 November 2022, 16:22 WIB
Militer dari LPR (Luhansk) menolak bertempur di Donetsk.* /social media/East2west News

ZONA PRIANGAN - Warga Ukraina di beberapa wilayah pendudukan, mulai melakukan perlawanan gerilya terhadap pasukan Vladimir Putin.

Keberhasilan pejuang Kiev mengusir prajurit Kremlin di Kherson memberikan inspirasi warga Ukraina untuk memberontak.

Gejolak perlawanan warga Ukraina mulai terjadi di Luhansk dan Donetsk. Bahkan pemberontakan terjadi pula di Krimea yang selama ini dianggap aman oleh Moskow.

Baca Juga: Pasukan Vladimir Putin Makin Terdesak, Mereka Cuma Bisa Bertahan di Lyman, Avdiivka dan Novopavlivka

Itu artinya Vladimir Putin menghadapi perlawanan massal karena warga di wilayah yang diduduki 'tidak ingin hidup di bawah kekuasaan Rusia'.

Anggota parlemen Ukraina dan jurnalis Volodymyr Ariev berdiskusi di dalam tim perlawanan yang mengancam kendali Putin atas wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.

Anggota parlemen Ukraina itu mengklaim bahwa telah terjadi beberapa "perang gerilya" di beberapa wilayah yang diduduki Rusia dan orang-orang Moskow menghadapi perlawanan dari penduduk yang tidak ingin hidup di bawah pendudukan Rusia.

Baca Juga: Komentar Lucu Warga Moskow, jika Ukraina Menyerang Rusia yang Tersisa Hanya Vladimir Putin di Bunkernya

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin memasang pemerintahan baru di Luhansk dan Donetsk dan merebut kembali wilayah tersebut sebagai bagian dari Rusia pada bulan September.

Volodymyr Ariev menjelaskan bahwa orang-orang di wilayah pendudukan seperti Luhansk, Donetsk dan Krimea tidak puas dengan pergantian pemerintahan.

Volodymyr Ariev mengatakan kepada Express.co.uk: "Beberapa daerah di beberapa tempat terjadi perang gerilya."

Baca Juga: HIMARS Ukraina Membunuh Pendeta Rusia, Kematian Mikhail Vasiliev Sudah Dikonfirmasi Gerejawi Moskow

“Jadi, di semua tempat itu terjadi saling perlawanan terhadap penduduk, terutama di wilayah yang baru diduduki," ucapnya.

“Karena orang tahu apa yang terjadi di Donetsk dan Republik Luhansk dan mereka tidak ingin tinggal di tempat seperti itu," ujarnya.

“Dan juga Krimea, di mana rakyatnya tidak puas dengan pergantian pemerintahan,” tutur Ariev.

Baca Juga: Terungkap Alasan Invasi Vladimir Putin, Ternyata Dia Melihat Banyak Setan di Ukraina, Didukung Gereja Ortodoks

Dia menambahkan: “Mereka mengharapkan Rusia akan membawa lebih banyak perang dan aturan nyaman yang baik atau peluang bisnis juga."

“Karena Krimea lebih merupakan tempat wisata, tetapi harapan itu gagal total," pungkasnya.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: Express

Tags

Terkini

Terpopuler