Refly Harun: Tiba-tiba Nasdem Membelot ke Istana, Anies Baswedan Bisa Saja Tidak Menjadi Calon Presiden 2024

- 6 Juli 2022, 13:00 WIB
Refly Harun mengnalisa jika Partai nasdem membelot ke pihak Istana, dan memprediksi nasib Anies Baswedan.
Refly Harun mengnalisa jika Partai nasdem membelot ke pihak Istana, dan memprediksi nasib Anies Baswedan. /Tangkapan layar Youtube.com/Refly Harun

ZONA PRIANGAN - Sebagaimana diketahui, nama Anies Baswedan telah diusung menjadi bakal calon presiden 2024 oleh Partai NasDem berdasarkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) beberapa waktu yang lalu. Elektabilitasnya terpantau tinggi di sejumlah lembaga survei politik.

Figur Anies sebagai satu-satunya non partai yang potensial maju Pilpres 2024. Maka partai yang ingin melawan PDI Perjuangan tentu tertarik mengusung Anies sebagai calon presiden.

Walaupun Anies disebut menjadi magnet juga bagi kelompok yang kritis dan bersebrangan dengan pemerintahan. Partai yang bakal mengusung Anies pun mesti siap menghadapi kekuatan politik partai petahana.

Baca Juga: Inilah 11 Kota-Kabupaten yang Wajib Daftar MyPertamina Sebelum Beli BBM Subsidi Mulai 1 Juli 2022

Dalam channel Youtube pribadinya yang diunggah Selasa 5 Juli 2022, ahli dan pakar hukum tata negara Refly Harun menganalisa bisa saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menjadi calon presiden 2024.

Hal tersebut Refly menyebut jika Partai Nasdem memihak pada kubu istana sehingga Anies Baswedan akan dipaksa menjadi nomor dua atau sebagai calon wakil presiden.

"Katakanlah dengan tekanan Anies Baswedan dipaksa menjadi nomor dua, karena tiba-tiba Nasdem akan membelot ke kubu istana. Maka Ganjar Pranowo akan menjadi capres pilihan istana, dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Nasdem , dan juga PDIP,”ujarnya.

Baca Juga: Refly Harun: Demokrat Ingin Ambil Keuntungan dari Nasdem dan PKS, Sodorkan AHY dengan Anies Baswedan

Dalam analisanya Refly Harun menambahkan maka akan terjadi dua blok, satunya lagi blok Prabowo yang masih ada PKB nya, dan kemudian Demokrat dan PKS bisa ikut dan bisa tidak ikut. Namun hal ini akan terjadi jika Presiden RI Joko Widodo serta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah bersepakat, bahwa Ganjar Pranowo adalah calon yang akan diajukan.***

Editor: Yudhi Prasetiyo

Sumber: YouTube Refly Harun


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah