Penduduk di Ghana, Kenya, dan Malawi Jadi Saksi Manfaat Vaksin Malaria

- 8 Oktober 2021, 18:02 WIB
Vaksin malaria pertama di dunia kini sudah ada.*
Vaksin malaria pertama di dunia kini sudah ada.* /Unsplash/

ZONA PRIANGAN – Vaksin malaria pertama di dunia kini sudah ada, telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu 6 Oktober 2021.

Vaksin yang disebut RTS,S/AS01 ini terbukti efektif setelah diujicobakan sekitar 6 tahun lalu.

Penduduk di Ghana, Kenya, dan Malawi menjadi saksi atas dilaksanakannya vaksinasi malaria pertama di dunia selama periode tersebut.

Baca Juga: Kenali Gejala Nyeri Sendi dan Ikuti 5 Langkah Ini untuk Meredakannya

Setelah keberhasilan tersebut, WHO telah mendesak vaksin malaria tersebut untuk digulirkan di negara Afrika lainnya di mana penyebaran malaria masih sangat tinggi.

"Vaksin malaria yang ditunggu lama untuk anak ini merupakan terobosan untuk sains,” kata direktur utama WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip Indiatimes.com.

Vaksin itu bermanfaat untuk kesehatan anak, dan pengendalian malaria yang bisa menyelamatkan puluhan ribu anak-anak setiap tahunnya.

Baca Juga: Kucing Lebih Berisiko Terpapar Virus Corona dari Manusia, Gejalanya Batuk dan Pilek

Malaria bisa menyebar lewat gigitan nyamuk. Parasit malaria ini menyerang sel-sel darah untuk berkembang biak.

Walaupun obat-obatan malaria dan metode lain seperti kelambu tempat tidur efektif menghambat penyebarannya, namun penyakit ini masih menjadi pembunuh utama anak-anak di negara-negara Afrika.

Pada tahun 2019 saja, ada 260.000 anak meninggal akibat malaria. Kini, siklusnya mungkin bisa dihentikan dengan bantuan vaksin ini.

Baca Juga: Bahaya, Virus Corona Bisa Menular Lewat Kentut, Dr Tagg: Sudah Terdeteksi

Uji coba vaksin ini dimulai pada 2015 dan memperlihatkan bahwa vaksin RTS,S ini mampu mencegah infeksi di antara empat dari 10 anak.

Walaupun vaksin ini tidak melindungi terhadap semua jenis parasit malaria, namun setidaknya menyasar parasit yang paling mematikan yang merajalela di Afrika yaitu Plasmodium falciparum.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: India Times


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x