Pemuda di Bawah 30 Tahun Paling Tidak Bahagia, Penelitian Ungkap Faktor Penyebabnya

- 21 Maret 2024, 06:57 WIB
Hasilnya dipublikasikan dalam World Happiness Report 2024.
Hasilnya dipublikasikan dalam World Happiness Report 2024. /Unsplash.com/Ximena Nahmias

ZONA PRIANGAN - Penelitian global terbaru menemukan bahwa para pemuda mengalami penurunan kebahagiaan seiring dengan mereka mengalami "krisis pertengahan hidup" yang setara, seperti yang telah diungkapkan dalam penelitian tersebut. Dalam penelitian ini, para peneliti meminta orang-orang untuk mengevaluasi kehidupan mereka dalam skala dari nol hingga 10, di mana 10 menggambarkan kehidupan terbaik mereka.

Hasil dari tiga tahun terakhir kemudian dihitung rata-ratanya untuk mendapatkan hasil akhir. Para ahli menemukan bahwa kaum muda, terutama di Amerika Utara, mengalami krisis pertengahan hidup saat ini.

Mereka juga mengungkapkan bahwa penurunan kesejahteraan di kalangan mereka yang berusia di bawah 30 tahun telah menggeser posisi Amerika Serikat keluar dari 20 negara terbahagia.

Baca Juga: Intip Keseruan Liburan Tahun Baru Kim Kardashian: Ski, Marshmallow Panggang, dan Keluarga Bahagia!

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam 2024 World Happiness Report. Laporan ini merupakan barometer tahunan tentang kesejahteraan di 140 negara yang dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Kesejahteraan Universitas Oxford, Gallup, dan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB.

Laporan tersebut menunjukkan "penurunan yang mengkhawatirkan (dalam kebahagiaan pemuda) terutama di Amerika Utara dan Eropa Barat," kata Profesor Jan-Emmanuel De Neve, direktur Pusat Penelitian Kesejahteraan dan penyunting studi tersebut, dikutip ZonaPriangan.com dari The Guardian.

"Untuk memikirkan bahwa di beberapa bagian dunia anak-anak sudah mengalami krisis pertengahan hidup, menuntut tindakan kebijakan segera," katanya.

Baca Juga: Momen Bahagia Alia Bhatt di New York: Pelangi, US Open, dan Keluarga

Lebih lanjut, Dr. De Neve menjelaskan bahwa berbagai faktor kemungkinan menurunkan kebahagiaan pemuda, termasuk polarisasi yang meningkat atas isu-isu sosial, aspek negatif media sosial, dan ketidaksetaraan ekonomi yang membuat sulit bagi para pemuda untuk membeli rumah mereka sendiri dibandingkan dengan masa lalu.

Halaman:

Editor: Toni Irawan

Sumber: The Guardian NDTV


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah