Umat Muslim dan Kristen di Palestina Menyajikan Takjil untuk Warga Miskin di Bethlehem

11 April 2022, 22:02 WIB
Pasar di kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina saat Ramadan.* /Arab News /

ZONA PRIANGAN – Para sukarelawan Muslim dan Kristen bekerja bersama di kota Tepi Barat, Bethlehem untuk menyediakan santapan buka puasa (iftar) untuk para keluarga yang membutuhkan selama Ramadhan.

Sekitar 6.000 orang akan menikmati bantuan makanan yang disediakan lewat tempat perawatan Bunda Maria di Bethlehem, sebuah kota berpenduduk 30.000 orang, kurang dari setengahnya adalah Kristen Palestina.

Tempat perawatan (hospis) ini diawasi oleh Aman Charitable Society, dan telah membantu umat Muslim dan Kristen yang miskin di kota tersebut dalam sembilan tahun ini.

Baca Juga: Berhubungan Intim Siang Hari di Bulan Ramadhan, Tidak Hanya Membatalkan Puasa tapi Ini Kifaratnya

“Warga Palestina selalu menyatu, khususnya di Bethlehem, tidak ada perbedaan antara Kristen dan Muslim,” kata Moataz Mizher, kepala deputi organisasi ini.

Bethlehem adalah tempat yang disucikan oleh umat Kristen sebagai tempat kelahiran Kristus dan tempat berdirinya Gereja Kelahiran Kristus, menjadi titik tujuan para peziarah Kristen dari seluruh dunia.

Sekurangnya 40 keluarga Kristen menerima bantuan dari hospis ini bersama 1.500 keluarga Muslim di Bethlehem.

Baca Juga: Ada Tingkatan dalam Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan, Kira-kira Kita Masuk Kelas yang Mana Ya?

Kota ini sangat bergantung pada wisatawan religi selama hari raya Kristen, khususnya Natal, namun jumlah pengunjung menurun secara dramatis dalam dua tahun karena pandemi global.

Mizher mengatakan selain menyajikan makanan, badan amal ini juga memberikan bingkisan berupa pakaian dan mainan untuk anak-anak selama hari raya Islam dan Kristen.

Hospis ini menggantungkan donasi finansialnya dari para filantropis Kristen dan Muslim, institusi masyarakat dan swasta, juga hibah tahunan dari Otoritas Palestina.

Baca Juga: Ada Proses Autolisis Selama Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan, Semua Sel Mati Akan Terbuang

Rawan, salah seorang tim relawan, mengatakan kepada Arab News bahwa ia bangga menjadi sukarelawan “membantu keluarga yang membutuhkan dengan cara yang menjaga martabat mereka.”

Mempersiapkan makanan sehat dan bergizi “merupakan sedikit yang bisa saya lakukan untuk melayani warga dan kota,” katanya.

Fouad Salman, pemimpin kelompok Kepanduan Bethlehem, mengatakan bahwa “gerakan kepanduan memenuhi tugasnya kepada Tuhan, negara, dan masyarakatnya.”

Baca Juga: Hati-hati, Beberapa Perkara Ini Bisa Membatalkan Ibadah Puasa Ramadan

Kepanduan ini membantu mempersiapkan makanan takjil untuk distribusi kepada orang yang berpuasa di rumah.

Salman mengatakan penduduk Bethlehem, Muslim dan Kristen, telah menjalani pesan cinta dan hidup berdampingan dari generasi ke generasi.

“Barisan cinta” ini harus terus dilanjutkan, tambahnya.***

Editor: Parama Ghaly

Sumber: Arab News

Tags

Terkini

Terpopuler